Tuesday, May 23, 2023

Sejarah Nahdlatul Ulama ( NU )


NU (Nahdlatul Ulama) adalah organisasi Islam terbesar di Indonesia yang didirikan pada tahun 1926 oleh KH Hasyim Asy'ari. NU memiliki basis kekuatan di kalangan Nahdliyin, yaitu para pengikut NU yang mayoritas berasal dari kalangan pesantren. Organisasi ini bertujuan untuk memperkuat keimanan, pendidikan, dan kesejahteraan umat Islam.

Berikut adalah sejarah NU dalam beberapa periode utama:

1. Periode Awal (1926-1945):
   - 1926: NU didirikan oleh KH Hasyim Asy'ari di Surabaya.
   - 1927: NU menyelenggarakan Kongres Nahdlatul Ulama pertama di Surabaya.
   - 1929: NU mendirikan organisasi pemuda, yaitu Pemuda Islam (PI).
   - 1937: Lahirnya organisasi pelajar NU, yaitu Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

2. Periode Kemerdekaan (1945-1965):
   - 1945: NU mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia.
   - 1947: KH Hasyim Asy'ari wafat dan digantikan oleh KH Wahab Chasbullah sebagai Ketua Umum NU.
   - 1952: NU mendirikan organisasi wanita, yaitu Muslimat NU.
   - 1959: Lahirnya organisasi kepemudaan NU, yaitu Ansor (Gerakan Pemuda Ansor).

3. Periode Orde Baru (1965-1998):
   - Pada era ini, NU menghadapi pembatasan dan tekanan dari pemerintah Orde Baru.
   - 1984: KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) terpilih sebagai Ketua Umum NU.
   - 1989: NU mendirikan Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) di Jakarta.

4. Reformasi dan Era Modern (1998-Sekarang):
   - Pasca-Reformasi, NU mengalami perkembangan pesat dan terlibat dalam politik nasional.
   - 1999: KH Abdurrahman Wahid terpilih sebagai Presiden Indonesia.
   - 2010: KH Said Aqil Siradj terpilih sebagai Ketua Umum NU.
   - NU terus berperan aktif dalam menjaga kerukunan antaragama dan mendorong pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.

Buku referensi yang bisa Anda gunakan untuk mempelajari sejarah NU lebih lanjut adalah sebagai berikut:

1. "NU: Tradisi, Relasi-relasi Kuasa, dan Transformasi" oleh Ahmad Syafii Mufid.
2. "Nahdlatul Ulama: Tradisi, Modernitas, dan Transformasi Sosial" oleh Moch. Nur Ichwan.
3. "KH Hasyim Asy'ari dan NU: Dari Kiyai Pesantren ke Pusat Kepemimpinan Nasional" oleh Achmad Nawawi.
4. "Wajah NU: Pandangan Historis-Teologis tentang Nahdlatul Ulama" oleh Abdul Munir Mulkhan.
5. "Nahdlatul Ulama: Sejarah, Perkembangan, dan Peran dalam Politik Indonesia" oleh Lukman Hakim.

No comments:

Post a Comment

Ilmu Pengetahuan

 Dalam Islam, ilmu pengetahuan memiliki kedudukan yang tinggi dan dianggap sebagai salah satu bentuk ibadah yang dianjurkan. Islam mengajark...